Home / Berita / Ketua Pokjaluh Kemenag Aceh Singkil : Pandemi COVID-19 sebagai Ujian Iman, dibalik Musibah dan Hikmahnya

Ketua Pokjaluh Kemenag Aceh Singkil : Pandemi COVID-19 sebagai Ujian Iman, dibalik Musibah dan Hikmahnya

 

Oleh : Dr. Syahminan, S.Ag.,MA

Ketua Pokjlauh Kemenag Kab. Aceh Singkil Dr. Syahminan, S.Ag, MA mengatakan, bahwa wabah Covid 19 yang menyerang belahan dunia, hingga masuk dibeberapa wilayah Negara Indonesia, sampai ke Daerah Kabupaten Aceh Singkil agar dapat diambil pembelajaran dan hikmahnya sebagai umat beragama yang meyakini atas kehendak dan kebesaran Allah SWT.

Virus Corona (Covid 19) yang menyerang berbagai negara termasuk Indonesia dinyatakan sebagai pandemi. Di Tanah Air korbannya sudah lebih dari 1.677 orang postif, 103 sembuh dan 157 orang meninggal dunia. Lalu bagaimana semestinya Muslim menyikapi ini?

Dalam Islam, bencana seperti serangan Covid 19 dapat dimaknai sebagai musibah yang bisa menimpa siapa saja, kapan dan di mana saja. Musibah adalah keniscayaan yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Sebagaimana Allah SWT tegaskan dalam AlQuran surat Albaqarah ayat 155 yang berbunyi:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya:  Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Ayat di atas menunjukkan kepada setiap insan, musibah atau bencana adalah hal niscaya yang harus dihadapi. Bencana apapun sesungguhnya mesti dimaknai sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hambanya.

Berbagai peristiwa yang menimpa manusia pada hakikatnya merupakan ujian dan cobaan atas keimanan dan perilaku yang telah dilakukan oleh manusia itu sendiri. Ketauhidan seorang mukmin akan menuntunkan bahwa berbagai peristiwa yang menimpa manusia bukanlah persoalan, karena manusia hidup pasti akan diuji dengan berbagai persoalan.

Musibah itu merupakan takdir Allah SWT, dan takdir di sini dimaknai sebagai suatu ketetapan dan ketentuan Allah SWT. Hanya Allah SWT saja yang mengetahui ketetapan dan ketentuan-Nya. Manusia hanya dapat mengetahuinya ketika ketetapan dan ketentuan tersebut terjadi.

Oleh karenanya dalam Islam, penyebaran Virus Corona dapat diambil pembelajaran dan hikmahnya dalam tiga hal, yaitu:

  1. Sebagai ujian keimanan bagi hamba-hambanya yang sholeh sebagai cara dan bentuk Allah SWT untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan hambanya, jika kita terima dan kita hadapi dengan penuh keimanan, kesabaran dan ikhtiar secara maksimal.
  2. Sebagai teguran Allah SWT kepada hambanya, Allah SWT turunkan bermacam musibah yang membuat manusia ketakutan, termasuk wabah Virus Corona ini sebagai teguran kepada hambanya dikarenakan hambanya sudah banyak yang lalai melaksanakan ajaran agamanya dan banyak pelanggaran hukum-hukum agama yang seharusnya dihindari dan dijauhi, maka Allah SWT tegur dengan musibah ini agar manusia kembali kepada kebenaran.
  3. Sebagai ‘Azab, boleh jadi penyebaran Virus Corona ini merupakan ‘azab dari Allah SWT, karena manusia menjauhi agama, bahkan mengingkari ajaran agama, perbuatan maksiat dan dosa terjadi dimana-mana, dilakukan manusia secara terang-terangan tanpa ada rasa malu. ”Manusia telah banyak membuat kerusakan dan dosa dipermukaan bumi ini tanpa takut atas kemurkaan dan ‘azab Allah SWT, maka Allah SWT turunkan ‘azab sebagai akibat dari perbuatan manusia itu sendiri, seperti yang dilansirkan Allah SWT dalam Alquran Surat Arrum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

”Mari kita ambil hikmah dan pembelajaran terhadap wabah Virus Corona ini. Sebagai umat beragama, Virus Corona ini merupakan bahagian dari ciptaan Allah SWT SWT yang mengandung hikmah dan pelajaran bagi kita selaku hambanya. Di dalam Alquran Allah menjelaskan bahwa “tidaklah Allah SWT menciptakan/menjadikan sesuatu itu sia-sia melainkan ada hikmahnya” sebagaimana dilansirkan Allah dalam Alquran Surat Ali Imran ayat 191:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: Orang-orang yang mempunyai akal yang cerdas, yaitu orang-orang yang mengingat Allah saat dia berdiri, duduk dan berbaring, mereka memikirkan tentang penciptaan langit-langit dan bumi (kemudian berkata) Wahai Pemelihara kami, Engkau tidak menciptakan semua ini sia-sia. Maha suci Engkau, maka jagalah kami dari adzab neraka.

x

Check Also

Serahkan SK IJOP Pendirian dan Perpanjangan, Begini Penjelasan Kakankemenag

  Singkil (darma) – Kakankemenag Aceh Singkil serahkan SK IJOP Pendirian dan Perpanjangan lima Pesantren/Dayah di Kantor Kemenag Aceh Singkil. ...