Home / Berita / Penyuluhan di Majelis Taklim Al-Ikhlas, PAIF Purwanto Ingatkan Jamaah Bahaya Judi Togel dan Chip

Penyuluhan di Majelis Taklim Al-Ikhlas, PAIF Purwanto Ingatkan Jamaah Bahaya Judi Togel dan Chip

 

Kota Baharu — Hari jumat bagi PAIF sdr Purwanto merupakan hari dimana dia harus turun ke lapangan, kedesa-desa untuk melakukan Penyuluhan Agama melalui mimbar jumat dan pengajian ibu-ibu.

Untuk jumat ini 29 Oktober 2021 Sdr. Purwanto melakukan kunjungan ke Kampung Mukti Lincir Kec. Kota Baharu. Kampung Mukti lincir merupakan desa yang berbatasan dengan Pemko subulusalam. Kunjungan kekampung Mukti Lincir atau sering di sebut D3 bukan kali pertama bahkan 3 tahun yang lalu pernah juga berkunjung dalam rangka melaksanakan tugas dari KUA.

Kegiatan kali ini dalam rangka mengisi pengajian Majelis Taklim Al-Ikhlas yang merupakan binaan penyuluh Agama Islam Non PNS yang ada di Mukti Lincir, sebelum mengisi pengajian Sdr. Purwanto mengisi khutbah jumat di Masjid Baitut Taqwa dan bersilaturami dengan BKM dan Tokoh Agama.

Pengajian perdana ini lebih menekankan pada kondisi realitas pada umumnya mengenai maraknya judi online atau judi Chip dan Judi Togel di kalangan bapak-bapak dan anak muda, tentunya tidak di sini, di daerah lain sana.

“Kalo di sini mah baik-baik orangnya. Oleh karena itu Mari kita jaga keluarga kita dan kampung kita dari bahaya perjudian baik judi chip atau togel supaya tidak sampai kekampung ini”. Tekannya, sebelum melanjutkan materinya.

Selanjutnya pada kesempatan itu Sdr. Purwanto juga menyampaikan sedikit tentang moderasi beragama, betul kita tinggal disini di kampung ini mungkin masyarakatnya semua muslim, tapi perlu di pahami sikap saling menghormati perbedaan itu penting karena dalam beberapa hal walaupun sama-sama muslim tapi ada yang berbeda pandangan dalam menafsirkan sunah.

Sebelum mengakhiri materinya sdr. Purwanto menyampaikan kedepan agar lebih fokus dan terarah kajiannya kita buat kurikulumnya misalnya fokus pada pembahasan buku fiqh Islam karangan H. Sulaiman Rasjid atau buku Terjemah Matan Ghoya Wat Taqrib Karya Abi Syuja` Ahmad Al Ashfahani. Maklum ibu-ibu saya bukan lulusan pesantren jadi buku yang jadi sumbernya bukan kitab kuning.

 

 

 

 

 

 

x

Check Also

Kontingen Aceh Singkil Raih Juara 6 Pentas PAI ke V Tingkat Provinsi Aceh

  Banda Aceh — Kontingen Kabupaten Aceh Singkil meraih peringkat ke-6 Lomba Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS ...