
Rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025 di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Singkil menyelesaikan tahap akhir latsar CPNS 2025.
Para CPNS menyelesaikan latsar dengan mengikuti seminar laporan aktualisasi yang digelar secara luring oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banda Aceh, mulai Senin, 27 Oktober 2025, hingga penutupan pada 29 Oktober 2025 di hotel Daka.
Seminar ini merupakan forum bagi setiap peserta untuk mempresentasikan proyek inovatif yang telah mereka rancang dan implementasikan di unit kerja masing-masing selama masa pelatihan.
Salah satu peserta latsar Angkatan XII Rahma Salbiah, seorang Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Singkil. Rahma mengikuti seminar Latsar ini dengan tugas akhir yang inovatif yang berorientasi langsung pada kebutuhan masyarakat lokal, yaitu membuat Buku Panduan Tajwid berbahasa Singkil (kampung).
Proyek aktualisasi ini secara khusus ditujukan untuk memudahkan masyarakat Aceh Singkil dalam mempelajari dan mempraktikkan ilmu tajwid menggunakan bahasa daerah mereka, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Rahma Salbiah menghadirkan Buku Panduan Tajwid Praktis sebagai inovasi untuk mengatasi buta aksara Al-Qur’an di kalangan masyarakat Singkil. Mengingat sebagian besar penduduk setempat berbahasa Singkil (kampung), penulis menyusun panduan ini dengan mengadaptasi bahasa lokal yang merujuk pada Kamus Bahasa Singkil yang diterbitkan oleh Yayasan Suluh Insan Lestari, Dengan pendekatan tersebut, pemahaman ilmu tajwid menjadi lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat asli Aceh Singkil.
“Membaca Al-Qur’an dengan benar adalah fondasi keimanan. Dengan adanya panduan tajwid yang menggunakan bahasa Singkil, saya berharap tidak ada lagi kendala bahasa yang menghalangi masyarakat kami untuk menyempurnakan bacaan mereka,” jelas Rahma Salbiah saat sesi presentasi.
Rahmat Sadli, selaku Kepala KUA Kecamatan Singkil sekaligus sebagai Mentor menyatakan buku ini adalah jawaban atas tantangan di lapangan.
“Kami melihat sendiri kesulitan masyarakat dalam memahami istilah-istilah tajwid yang baku. Hadirnya buku panduan yang dikemas secara praktis dan menggunakan Bahasa Singkil ini adalah langkah strategis dalam dakwah kami”.
Ini membuktikan bahwa CPNS kami mampu melihat masalah lokal dan menyediakan solusi yang relevan. Kami akan memastikan buku ini didistribusikan dan digunakan secara maksimal sebagai materi pokok pengajian di wilayah Singkil,” ujar Kepala KUA.
Kegiatan Seminar Laporan Aktualisasi ini tidak hanya menandai berakhirnya masa Latsar, tetapi juga menjadi bukti kesiapan para CPNS Kemenag Aceh Singkil untuk membawa ide-ide segar dan solusi inovatif demi pelayanan publik yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, penulis berharap karya ini tidak sekadar berfungsi sebagai bahan ajar, melainkan juga menjadi warisan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.
Buku panduan ini tidak hanya disusun sebagai tugas akhir Latsar, tetapi akan diterbitkan secara luas setelah melalui tahap revisi dan penambahan materi tajwid, sehingga dapat diakses oleh masyarakat secara umum, bukan hanya oleh warga Singkil. Penulis juga berharap karya ini menjadi amal jariyah yang terus menghadirkan manfaat bagi peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an masyarakat.
Kemenag Aceh Singkil Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil