Home / Kemenag / IPARI Aceh Singkil Sosialisasi Pencegahan Stunting

IPARI Aceh Singkil Sosialisasi Pencegahan Stunting

Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Aceh Singkil melalui Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pulau Banyak menggelar Sosialisasi Pencegahan Stanting kepada anggota MT Al Hidayah dan PKK Kampung Pulau Baguk, di Mushola Pelabuhan Fery, Jum’at, 01 Desember 2023.

Kegiatan ini sebagai upaya penyuluh agama Islam Kec. Pulau Banyak dalam menjalankan tugasnya turun berperan aktif dalam menyukseskan program pemerintah tentang penurunan Stanting sampai 14 % terutama di Aceh Singkil.

Stunting sebagai suatu masalah bangsa dengan angka yang sangat tinggi di Indonesia, pencegahan dan penurunan angka stunting di Indonesia bukan hanya urusan pemerintah semata.

Seluruh elemen bangsa harus terlibat dan berperan aktif memeranginya. Tak terkecuali Penyuluh Agama Islam Pulau Banyak harus siap dan aktif melibatkan diri dalam kampanye memerangi dan pencegahan stunting. Hal tersebut disampaikan oleh Momi Rizkia, S.Sos yang merupakan Pengurus Daerah IPARI Aceh Singkil, selaku narasumber dalam kegiatan penyuluhan tersebut.

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, keberadaan agama bertujuan untuk menghadirkan kebaikan dan mewujudkan kemaslahatan dunia dan akhirat. Kemaslahatan manusia sebagai tujuan ajaran agama harus dihadirkan lewat kampanye memerangi segala hal yang mengancam keselamatan hidup umat manusia, salah satunya penyakit yang disebut “stunting”.

Stunting adalah masalah kurang gizi dan nutrisi kronis yang ditandai tinggi badan anak lebih pendek dari standar anak seusianya. Beberapa di antaranya mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal seperti lambat berbicara atau berjalan, hingga sering mengalami sakit.

“Dalam perspektif Islam, peran orang tua sebagai kunci untuk menghasilkan generasi bangsa yang sehat dan tangguh. Sebagaimana dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 233, memperhatikan masalah ini dan meresponnya dengan memberi instruksi yang serius, misalnya di dalam menjaga kesehatan anak, ibu dianjurkan memberikan ASI (air susu ibu) kepada sang buah hati hingga 2 tahun lamanya,” tutur Momi Rizkia menjelaskan.

Lebih lanjut Momi Rizkia menyampaikan pentingnya kesadaran akan gizi anak-anak yang mempengaruhi perkembangan otak dan kecerdasannya, karena ada banyak anak putus sekolah dikarenakan kecerdasan anak yang rendah. “Tak bisa dibayangkan nasib generasi kita di masa yang akan datang kalau penyakit ini tidak dicegah sejak dini,” tutup Momi sapaan akrabnya.

x

Check Also

Kakan Kemenag Kabupaten Aceh Singkil Hadiri FGD dan Bimbingan Teknik Optimalisasi Kinerja Anggaran 2024 di KPPN Tapak Tuan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil H. Azhar, S.Ag, M.A, hadiri kegiatan  Focus Group Discussion (FGD) dan Bimbingan Teknik ...