SINGKOHOR – Momentum astronomi langka Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zam dimanfaatkan secara maksimal oleh jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil. Bersama jajaran Pemerintah Desa, tokoh agama, dan masyarakat, mereka bergerak dalam satu komando meluruskan arah kiblat massal di halaman Masjid An Nur Desa Mukti Jaya pada Kamis (16/07/2026) sore.
Aksi menyisir akurasi arah salat ini bertepatan dengan fenomena alam saat matahari melintas tepat di atas Ka’bah, Makkah, Arab Saudi. Kondisi tersebut membuat bayangan seluruh benda tegak lurus di bumi mengarah tepat ke kiblat.Tepat pukul 16.27 WIB, puluhan warga bersama perangkat desa dan imam masjid berkumpul memadati area terbuka masjid. Dipandu langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Singkohor beserta staf, mereka memasang tongkat-tongkat kayu tegak lurus di atas permukaan halaman yang rata.
Kepala KUA Kecamatan Singkohor menjelaskan bahwa kalibrasi ini merupakan wujud dukungan nyata daerah terhadap Gerakan Nasional “Indonesia Berkiblat” yang dicanangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Melalui program ini, pemerintah pusat mendorong penataan kembali arah saf ibadah umat Islam secara serentak di seluruh penjuru tanah air.
“Hari ini, ulama, umara (pemerintah), dan umat di Desa Mukti Jaya membuktikan kekompakan mereka. Di bawah bayangan matahari sore ini, kita tidak hanya meluruskan arah sajadah, tetapi juga menyatukan hati dalam menyempurnakan syarat sah ibadah shalat,” ujar Kepala KUA Kecamatan Singkohor di sela-sela kegiatan.
Kehadiran Pemerintah Desa Mukti Jaya beserta para tokoh masyarakat dan imam masjid dalam kegiatan ini memperkuat komitmen bersama untuk memberikan rasa tenang serta kepastian ibadah bagi jemaah. Pengukuran saintifik berbasis astronomi Islam ini dinilai menjadi solusi terbaik untuk memperbarui akurasi arah kiblat yang selama ini hanya mengandalkan perkiraan kompas manual.
Sebelum jarum jam menyentuh menit puncak, panitia terlebih dahulu menyinkronkan waktu melalui standar waktu akurat kedeputian BMKG. Begitu jam digital menunjukkan pukul 16.27 WIB, panitia langsung menarik garis lurus permanen dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat. Garis presisi itulah yang kini menjadi acuan mutlak arah Ka’bah di masjid tersebut.
Dari hasil verifikasi bersama, ditemukan adanya sedikit pergeseran minor beberapa derajat dari garis saf masjid yang lama. Menyikapi hasil tersebut, para imam masjid dan takmir langsung bersepakat untuk menyesuaikan arah karpet dan saf salat di dalam bangunan mengikuti garis bayangan matahari terbaru.
Kemenag Aceh Singkil Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil